KELOMPOK BUMI TERENG
WILIS ( Buruh Migran Tereng Wilis)
Desa Perian adalah salah satu Desa
dari delapan Desa di Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur, Desa
Perian Sndiri terdapat Sepuluh Dusun, diantaranya adala Dusun Terair- air, pada
suatu hari tepatnya pada hari Kamis tanggal 8 Juni 2017, kami tim dari PNBID Desa
Perian bersama Pasilitator ADBMI ( Pak Fathul ) berkunjung pada salah satu kelompok di Dusun tersebut,
nama kelopmok itu adalah Kelompok BUMI TERENG WILIS.
Kelompok BUMI TERENG WILIS terbentuk setelah adanya pelatihan
dan pendampingan dari pihak ADBMI di 12 Desa yang bersebelahan dengan Taman
Nasional Gunung Rinjani (TNGR), hasil dari pelatihan yang digelar oleh ADBMI,
akhirnya Masyarakat Terair-air
berinisiatif untuk memanfaatkan kekayaan alam disekitarnya dengan membentuk
Kolompok dengan nama BUMI TERENG WILIS.
Kelompok ini berdiri pada bulan Dersember 2016 yang di
pelopori oleh kepala Dusun Perian Selatan (M. NAJMI) dengan susunan pengurus
sebagai beikut ;
Ketua Kelompok : SUHASNIWATI
Sekretaris : NURHIDAYANTI
Bendahara : MURNAWATI
Anggota :
1. Lailatunnahdiah
2. Hidayatul Fitri
3. Rokyal Aini
4. Lailatul Mardiana
5. Marniati
Dengan melihat dan mengevaluasi hasil alam di Dusun
Terair-air diantaranya adalah tanaman Jahe,
Kencur, Kunyit, dan Temulawak, yang belum bisa dimanfaatkan secara optimal
oleh masyarakat setempat, maka Kelompok BUMI TERENG WILIS berinovasi dengan
membuat Jamu tradisional yang dikenal dengan nama Jamu Stranitrad .
Konon katanya Jamu stramitrad ini
memiliki banyak kasiat, diantaranya adalah mengatasi ejakulasi dini, membersihkan
sekaligus melancarkan peredaran darah, jerawat, dan masih bayak lagi kasiat
yang dimilikinya, untuk orang yang sudah mengkonsumsi Jamu Stramitrad dijamin
puas dengan kasiat dan rasa yang enak.
M. NAJMI mengungkapkan pada kami,“ dengan terbentuknya kelompok BUMI TERENG
WILIS ini kami berharap bias membantu masyarakat dengan mengkonsumsi minuman
tradisional dan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan mereka menjadi
APOTIK HIDUP dengan cara menanam Empon-empon dan tanaman obat yang lain.
Kami juga ikut menyaksikan kelompok BUMI TERENG WILIS ketika
membuat jamu tradisional, ternyata proses pembuatan jamu stramitrad ini
tidaklah rumit, bahan, alat dan takaran yang dibutuhkan adalah:
Kunyit : 1 kg
Jahe :
1 kg
Kencur : 1 kg
Temulawak : 1 kg
Gula pasir : 1 kg
Setelah semua bahan dan alat siap, proses pembuatan jamu
stramitrad akan berlangsung sekitar 2 s/d 3 jam.
Ibu suhasniwati (ketua kelompok) berkata “ disamping kami bisa membantu kesehatan
masyarakat dengan minuman tradisional ini,
kami juga dapat keuntungan dari modal produksi / kg. dalam
rata-rata untuk produksi 1 kg bahan yang
kami pakai, menghabiskan biayasekitar Rp.99.000,- dengan harga jualnya bisa mencapai
Rp. 130.000 s/d 150.000,- “
Sementara ini hasil produk Jamu
Stramitrad dipasarkan disekitar Dusun Terair-air yang nantinya kelompok BUMI
TERENG WILIS dengan dukungan dari ADBMI sangat antusias untuk bisa memasarkan
Jamu Tradisional Stramitrad ini ke luar kecamatan, Kabupaten, Provinsi bahkan
Manca Negara.
Tak kalah menariknya adalah di Dusun Terair-air ini terletak
sebuah lokasi wisata yang banyak di kunjungi oleh Touris Manca Negara, lokasi
wisata itu bernama Air Terjun TERENG WILIS. Ibu Suhasniwati menambahkan “ walaupun produk jamu tradidsional Jamu
stramitrad ini belum dipasarkan diluar wilayah, akan tetapi banyak tourism yang
membawa produk kami keluar negri di asal mereka antara lain : Australia, dan
Amerika. Ketika mereka mencoba produk ini, mereka merasa nyaman dan puas dengan
hasil produk ini bahkan mereka juga ikut belajar cara membuat jamu stramitrad
ini pada kami.”
Di akhir pertemuan, kelompok BUMI TERENG WILIS berharap agar
nantinya bisa mendapat perhatian dari pemerintah dalam mengembangkan kegiatan
ini, saat ini peralatan produksi yang di
butuhkan amatlah penting, seperti:
1.
Mesin parut
2.
Open
3.
Kompor
4.
Baskom
5.
Timbangan digital
6.
Seler (alat pengemas)
7.
Sudu dan sejenisnya ( 1 Set )
8.
Tempat penyimpanan.
Comments
Post a Comment